Kristal salju di atas pagar
Pagi ini salju sudi menghampiri Shonandai. Sedikit lebih
tebal daripada tahun lalu.
Saya sempat memotret paNda saat akan berangkat kerja. Saya
jg ingin memotret halaman depan rumah yang tampak putih tertutup salju. Tapi
apa daya, sebuah truk besar menghalangi dan orang-orang lalu lalang mengangkut
barang. Sepertinya salah satu tetangga apato sy akan pindah.
Sayapun duduk selonjoran di samping jendela, menikmati
butiran salju yang melayang turun agak lebat. Sebagian menumpuk di tiang pagar.
Rasanya pingiinn banget meraupnya dengan tangan ini. Segenggam kristal padat
dari langit. Tapi tetangga sy itu, tengah menunggi truk tadi di dalam mobilnya.
Parkir persis di depan pagar itu.
Pertama, sy males dianggep katrok banget kyk gak pernah
ketemu salju (padahal iya ;p).
Kedua, sy agak malu sama mereka. Pasalnya waktu mrk baru aja
gabung di apato ini, mrk mengirim sekaleng kue utk salam perkenalan. Namun sy
gak melakukan apa2 utk membalasnya. Lagian, kami jarang sekali berpas-pasan di mulut
apato, walaupun mobil mrk selalu parkir persis di depan kamar apato kami.
Hh… ya sudahlah. Moga2 mereka cepat selesai dan salju turun
semakin tebal.
Sayapun menunggu. Si oKan masih tidur lelap dgn posisi
nungging seperti kucing.
Sambil masak mie instan buat sarapan, sy bersenandung satu
lagu anak-anak Jepang. Judulnya Yuki (Salju).
Yuki ya konko, arareya
konkoFutte wa futte wa jun
jun tsumoruYamamono haramo wa
taboushikaburiKarekinokoraju ha
nagasaku
Yuki ya konko, arareya
konkoFutte mo futte mo mada furiyamanu
Inu wa yorukobi ni wa kakemawari
Neko wa kotatsude marukunaru
Tepat pukul 10, truk barang dan mobil tetangga akhirnya
pergi.
oKan pun terbangun.
And you know what?
Serabut kecil salju yang turun berubah menjadi butiran air
hujan. Perlahan menyapu hamparan selimut putih di atas halaman dan pepohonan.
Sisa indomie dalam mulut sy mendadak terasa pahit.
Kristal salju di tiang pagarku, sudah menghilang…
Sonandai, 23 Januari 2008
February 6th, 2008 at 5:39 am
tahhhh…..suka malu-malu tapi mau sihh